Aslinmas Indonesia dan Abpednas Dorong Kesetaraan Insentif Linmas, Reda Manthovani Minta Daerah Beri Perhatian yang Sama
Nasional

Aslinmas Indonesia dan Abpednas Dorong Kesetaraan Insentif Linmas, Reda Manthovani Minta Daerah Beri Perhatian yang Sama

D
Devi Sry Atmaja 22 Oktober 2026 · 2 penayangan

SEMARANG – Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Indonesia bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian dan insentif yang lebih setara kepada anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Linmas yang selama ini berperan membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan masyarakat. Reda Manthovani mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap anggota Linmas masih belum merata. Sejumlah daerah telah memberikan insentif sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka, tetapi di daerah lain dukungan serupa belum tersedia. Perbedaan tersebut menjadi perhatian kedua organisasi dalam mendorong kebijakan yang lebih adil bagi anggota Linmas di seluruh Indonesia.

Reda menilai, anggota Linmas memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama karena mereka berada di tingkat lingkungan, desa, dan kelurahan. Mereka turut membantu menjaga ketertiban, mendukung kegiatan kemasyarakatan, serta membantu pemerintah dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di lapangan. Oleh karena itu, kontribusi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian yang sebanding, termasuk melalui dukungan kesejahteraan yang sesuai dengan kemampuan dan kebijakan pemerintah daerah. Dalam keterangannya pada acara Penyerahan Bantuan dan Peresmian Wisata Edukasi Setepeng Aslinmas dan Abpednas di Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), Reda mencontohkan adanya daerah yang telah memberikan insentif kepada anggota Linmas hingga Rp1 juta. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah lain untuk meningkatkan perhatian kepada anggota Linmas. Ia berharap praktik baik yang telah berjalan dapat menginspirasi daerah lain dalam menyusun kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan petugas perlindungan masyarakat.

“Contoh, di kabupaten tertentu ada insentif Rp 1 juta. Mbok yang daerah lain mengikuti. Itu tujuan kami agar ada kesetaraan,” kata Reda. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dorongan yang disampaikan Aslinmas Indonesia dan Abpednas bukan sekadar mengenai besaran insentif, melainkan juga pentingnya mengurangi kesenjangan perhatian antardaerah terhadap anggota Linmas yang menjalankan fungsi sosial serupa.

Kesetaraan perhatian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan motivasi dan semangat pengabdian anggota Linmas. Dukungan yang memadai dapat menjadi bentuk penghargaan atas waktu, tenaga, dan tanggung jawab yang mereka curahkan untuk membantu masyarakat. Meski demikian, penerapan kebijakan insentif perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, ketentuan yang berlaku, serta mekanisme penganggaran agar pelaksanaannya dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan. Aslinmas Indonesia dan Abpednas juga mendorong pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta pemerintah desa dalam memperhatikan keberadaan Linmas. Koordinasi antartingkat pemerintahan diperlukan agar kebutuhan anggota dapat dipetakan dengan baik dan kebijakan kesejahteraan tidak hanya bergantung pada inisiatif masing-masing daerah. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan tercipta langkah bersama untuk memperkuat peran Linmas sekaligus memperhatikan kondisi para anggotanya.

Selain dukungan berupa insentif, perhatian terhadap Linmas juga dapat diwujudkan melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, penyediaan perlengkapan tugas, serta penguatan koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Langkah-langkah tersebut penting agar anggota Linmas dapat menjalankan tugas secara lebih optimal sesuai fungsi dan kewenangannya. Peningkatan kesejahteraan dan penguatan profesionalitas diharapkan berjalan beriringan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Kegiatan penyerahan bantuan dan peresmian Wisata Edukasi Setepeng Aslinmas dan Abpednas di Bergas menjadi salah satu momentum untuk memperkuat perhatian terhadap peran organisasi dan anggota perlindungan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Aslinmas Indonesia dan Abpednas mendorong agar keberadaan Linmas semakin diperhatikan, tidak hanya dari sisi pelaksanaan tugas, tetapi juga dari aspek kesejahteraan dan pengembangan kapasitas. Harapannya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan dukungan yang lebih konkret bagi anggota di lapangan.

Dorongan kesetaraan insentif ini menjadi pengingat bahwa penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat perlu disertai perhatian terhadap orang-orang yang menjalankan tugas tersebut. Aslinmas Indonesia dan Abpednas berharap pemerintah daerah dapat menjadikan kesejahteraan anggota Linmas sebagai salah satu pertimbangan dalam kebijakan pembangunan dan pelayanan publik. Dengan perhatian yang lebih merata, anggota Linmas diharapkan semakin termotivasi untuk mengabdi, memperkuat gotong royong, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.

Topik

Memuat tag...