Dunia Hukum Berduka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Tutup Usia
Nasional

Dunia Hukum Berduka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Tutup Usia

D
Devi Sry Atmaja 22 Oktober 2026 · 3 penayangan

JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia. Pengacara Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) dini hari. Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB di rumah sakit. Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh rekannya sesama pengacara, Poltak Silitonga. Poltak Silitonga membenarkan bahwa Kamaruddin telah berpulang setelah menjalani perawatan. Sebelumnya, Kamaruddin memang sudah dirawat di rumah sakit akibat penyakit ginjal yang dideritanya. Kondisi tersebut menjadi penyebab utama ia harus menjalani perawatan intensif. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan publik yang mengenalnya. Poltak mengaku sangat terpukul mendengar kabar kepergian rekannya tersebut. Ia tidak menyangka Kamaruddin harus pergi begitu cepat. 

“Dari pagi saya nangis, enggak bisa terima. Rela tidak rela ya harus siaplah,” ujar Poltak saat dikonfirmasi. Rasa kehilangan yang mendalam terasa dari nada suaranya.

Sebelumnya, kondisi Kamaruddin sempat dikabarkan membaik. Harapan akan pemulihan masih sempat muncul di kalangan keluarga dan rekan. Namun, keadaan berubah dan ia akhirnya meninggalkan dunia. Poltak menyerahkan kepergian rekannya itu sebagai bagian dari rencana Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas. Kamaruddin Simanjuntak dikenal luas oleh publik setelah menjadi kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ia terlibat dalam kasus pembunuhan yang melibatkan Ferdy Sambo. Perannya dalam perkara tersebut membuat namanya semakin dikenal di kancah nasional. Keberaniannya dalam membela klien menjadi sorotan banyak pihak.

Sebelum menangani kasus Brigadir J, Kamaruddin telah memiliki rekam jejak panjang sebagai pengacara. Ia pernah menangani sejumlah perkara besar di Indonesia. Pengalamannya dalam berbagai kasus hukum menjadikan dirinya sosok yang dihormati di kalangan praktisi hukum. Dedikasinya terhadap profesinya tidak diragukan lagi. Kepergian Kamaruddin menjadi kehilangan besar bagi dunia advokasi. Banyak pihak mengenangnya sebagai pengacara yang gigih dan vokal. Ia kerap menyuarakan kebenaran di tengah kasus-kasus yang sensitif. Keberaniannya dalam menghadapi tekanan menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada dirinya.

Poltak Silitonga sebagai rekan sejawat merasa kehilangan sosok sahabat sekaligus mitra profesional. Ia mengaku sulit menerima kenyataan bahwa Kamaruddin telah tiada. Meski demikian, ia berusaha menerima dengan lapang dada. Doa dan penghormatan terakhir menjadi bentuk penghormatan yang bisa diberikan. Penyakit ginjal yang diderita Kamaruddin menjadi ujian panjang bagi dirinya. Perawatan di rumah sakit dilakukan secara intensif sebelum akhirnya nyawa tak tertolong. Keluarga dan rekan-rekan terus mendampingi selama masa perawatan. Dukungan moral menjadi kekuatan bagi Kamaruddin hingga detik-detik terakhir.

Dunia hukum Indonesia kehilangan salah satu praktisi yang vokal. Kamaruddin dikenal tidak hanya sebagai pengacara, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap keadilan. Keterlibatannya dalam kasus-kasus besar memperlihatkan komitmennya terhadap penegakan hukum. Jejaknya akan dikenang oleh banyak pihak. Kabar duka ini segera menyebar di kalangan pengacara dan masyarakat luas. Banyak yang menyampaikan belasungkawa melalui berbagai platform. Ucapan duka cita mengalir deras untuk keluarga yang ditinggalkan. Kepergiannya menjadi pengingat akan kerapuhan manusia di hadapan sang Khalik.

Poltak menegaskan bahwa ia dan rekan-rekan akan terus mengenang Kamaruddin. Kenangan bersama dalam berbagai perkara hukum menjadi warisan yang tak terlupakan. Meskipun fisik telah tiada, semangat juang Kamaruddin diharapkan terus hidup. Penghormatan terakhir akan segera dilakukan oleh keluarga. Prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir masih menunggu kepastian dari pihak keluarga. Saat ini, fokus utama adalah memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka. Rekan-rekan sejawat siap mendampingi di saat-saat sulit ini. Solidaritas di antara praktisi hukum kembali terlihat jelas.

Kepergian Kamaruddin Simanjuntak menutup satu babak dalam perjalanan hukum Indonesia. Ia meninggalkan jejak sebagai pengacara yang berani bersuara. Kasus Brigadir J menjadi salah satu tonggak yang mengangkat namanya. Publik akan terus mengingat dedikasinya dalam membela kebenaran.

Topik

Memuat tag...