Football

Mimpi Bersejarah Wasit Somalia Pupus di Bandara Miami: Ditolak Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026

D
Devi Sry Atmaja 11 Juni 2026 · 5 penayangan

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, gagal mewujudkan mimpi bersejarah menjadi orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia. Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami, Florida, pada awal Juni 2026. Meski membawa visa sah dan paspor diplomatik, petugas imigrasi AS menahannya selama sekitar 11 jam untuk pemeriksaan keamanan sebelum akhirnya mendeportasinya. FIFA langsung mengonfirmasi bahwa Artan dicoret dari daftar wasit resmi Piala Dunia 2026.

“Ofisial pertandingan Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat berlatih dan memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026,” demikian pernyataan resmi FIFA.

Artan merupakan salah satu wasit elite yang dipilih FIFA setelah melalui proses seleksi ketat selama tiga tahun. Ia baru saja dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika (CAF) tahun 2025 dan diharapkan menjadi kebanggaan Somalia yang selama ini belum pernah memiliki perwakilan wasit di putaran final Piala Dunia. Keputusan penolakan masuk AS ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan pecinta sepak bola Somalia, yang mana Artan disambut bak pahlawan saat kembali ke Mogadishu.

“Saya sangat, sangat kecewa. Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu datang ke Piala Dunia.” pungkas Artan dilansir dari The New York Times. Ia juga menambahkan telah membawa dokumen yang lengkap dan visa yang sah.

FIFA menyatakan tidak dapat mengintervensi keputusan imigrasi negara tuan rumah. Penolakan ini memicu kritik luas karena dianggap mencampuradukkan isu politik dan keamanan dengan dunia olahraga, terutama mengingat kebijakan perjalanan ketat terhadap warga Somalia.

Kasus Artan menjadi sorotan dunia menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pemerintah Somalia menyampaikan penyesalan mendalam, sementara banyak pihak mendesak FIFA memberikan kompensasi atas persiapan yang telah dilakukan wasit berprestasi tersebut. Insiden ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap pesta sepak bola dunia, masih ada mimpi atlet yang terbentur oleh birokrasi dan geopolitik.

Topik

Memuat tag...